Beberapa universitas di negara bagian Australia Barat berusaha keras
untuk menanggulangi masalah dimana para mahasiswa semakin banyak yang
berbuat curang dalam menyelesaikan tugas, terutama membuat tulisan.
Tindakan plagiarisme ini diduga karena banyaknya situs internet yang
menawarkan jasa membuat tulisan, dengan membayar.
Menurut laporan The West Australian
hari Jumat (19/4/2013), angka yang didapat dari empat universitas di
Australia Barat ini menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, 4.000
mahasiswa mendapatkan peringatan ataupun tindakan indisipliner karena
memasukkan karya tulis yang bukan buatan mereka sendiri, bekerja -sama
ataupun mencontek selama ujian. Angka dari dua tahun sebelumnya hanya
2.000 kasus.
Universitas terbesar di Perth, Curtin mengeluarkan
1.914 peringatan terhadap tindakan plagiat selama dua tahun terakhir,
dan tindakan disiplin diberikan dalam 837 kasus. Sejak tahun 2011, 418
mahasiswa mendapatkan peringatan atau tindakan disiplin karena plagiat
di Universitas Western Australia, 398 di Edith Cowan dan 312 di Murdoch.
Tindakan disiplin bisa berupa pengurangan angka penilaian sampai dengan
pemecatan.
Menurut Wakil Rektor Universitas Western Australia
Grady Venville, peningkatan jumlah mahasiswa merupakan salah satu sebab
meningkatnya tindakan curang tersebut. Dia juga menambahkan bahwa para
mahasiswa juga tergoda karena adanya sejumlah penawaran di internet
maupun di sosial media yang menawarkan diri untuk membuat karya tulis.
Prof
Venville mengatakan, mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sehingga
mengalami lebih banyak stres dan memutuskan untuk berbuat curang.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya,
menurut data yang ada, bertambahnya mahasiswa asing dari negara seperti
China, India dan Vietnam dalam beberapa tahun terakhir - dengan
kemampuan berbahasa Inggris terbatas - menjadi salah satu sebab
meningkatnya jasa membantu menulis di internet.
Namun di zaman
internet ini, kemampuan universitas untuk mendeteksi kecurangan juga
lebih mudah. Bila sebuah karya tulis tampak begitu bagus, dengan kalimat
yang runtut, para dosen bisa melakukan pengecekan di internet dan
membandingkan tulisan tersebut untuk melihat apakah kalimat ini dicomot
dari tempat lain.
Sumber ; kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar