Pembukaan Google I/O 2013 yang berlangsung pada 15 Mei 2013 kemarin,
berlangsung sangat heboh sejak pagi hari di Moscone Center, San
Francisco. Tidak kurang dari 6000 peserta yang terdiri dari developer, partner, dan Google fanboy dari seluruh dunia, rela mengantre sejak pagi di hawa berkisar 12 derajat Celcius.
Sesi keynote pagi itu begitu ditunggu, karena banyak petinggi-petinggi Google yang akan mempresentasikan berbagai teknologi dan produk mereka yang terbaru.
Sesi keynote pagi itu begitu ditunggu, karena banyak petinggi-petinggi Google yang akan mempresentasikan berbagai teknologi dan produk mereka yang terbaru.
Begitu pintu dibuka, sebagian besar peserta memilih untuk langsung
mengantre masuk ke ruangan utama konferensi. Sebagian sisanya – termasuk
saya – memilih untuk sarapan terlebih dahulu. Di kafetaria saya sempat
berkenalan dengan salah seorang peserta, beliau adalah Head of
Information Technology dari Yale University, penggemar berat Google yang
juga mengikuti program Glass Foundry.
Ia memberi tahu saya bahwa teknologi NFC di badge peserta itu bisa digunakan untuk menambahkan teman di Google+, cukup dengan menempelkan telepon genggam yang terkoneksi NFC ke badge teman yang dikehendaki.
Tidak terasa waktu berlalu karena keasyikan mengobrol. Sarapan pun saya sudahi karena waktu sudah menunjukkan pukul 08.30. Sesi keynote yang akan dimulai dalam waktu setengah jam membuat saya sempat tidak yakin bisa masuk, karena melihat panjangnya antrian yang tidak berkurang sama sekali. Beruntung saya berhasil masuk ke ruangan utama konferensi dalam waktu 10 menit, dan bahkan mendapatkan tempat duduk yang hanya berjarak 20 meter dari panggung utama.
Sesi keynote dibuka oleh Vic Gundotra, SVP Engineering yang kemudian dilanjutkan oleh Sundar Pichai, Hugo Barra serta para rockstar Googler lainnya yang bergantian menjelaskan berbagai fitur baru di teknologi dan platform yang mereka miliki seperti Google+, Android, Google Play, Search, Chrome dan Maps.
Salah satu poin yang menarik untuk disimak adalah perkembangan dominasi
perangkat Android yang telah mencapai 900 juta aktivasi di seluruh dunia
serta penambahan 41 fitur baru di Google+. Kedua fenomena ini menarik
untuk dicermati, karena akan banyak berdampak di pasar Indonesia.
Sesi paling menarik menurut saya adalah sesi terakhir dari Larry Page, CEO Google. Ia merangkum keseluruhan sesi keynote pagi hari itu dengan sangat baik, dengan memaparkan visi dan misi Google ke depan untuk selalu mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Menurut Larry, kita seharusnya menciptakan hal-hal besar yang belum pernah ada sebelumnya.
Sesi paling menarik menurut saya adalah sesi terakhir dari Larry Page, CEO Google. Ia merangkum keseluruhan sesi keynote pagi hari itu dengan sangat baik, dengan memaparkan visi dan misi Google ke depan untuk selalu mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Menurut Larry, kita seharusnya menciptakan hal-hal besar yang belum pernah ada sebelumnya.
Google terkenal karena misinya yang besar untuk mengatur informasi di
seluruh dunia dan menjadikannya bermanfaat dan tersedia secara
universal. Ini membuat mereka selalu mengedepankan inovasi dalam
berbagai hal yang mereka ciptakan, karena mereka berfokus pada pemecahan
masalah dan bukan hanya tujuan komersial belaka. Hal ini kembali
ditegaskan Larry yang menyatakan bahwa Google akan terus fokus pada
usaha-usaha menuju perubahan yang lebih baik.
Sepanjang sesi keynote yang berlangsung lebih dari 3 jam, para
peserta selalu memberikan tepuk tangan meriah atas berbagai produk
teknologi baru yang ditawarkan Google. Saya kira ini adalah bentuk
apresiasi yang jarang terjadi di perusahaan lain. Para peserta yang
mayoritas adalah developer, terlihat begitu mencintai Google
dan terkesan siap mendukung apapun usaha Google ke depannya. Selain
karena mereka juga mendukung misi Google, pendekatan yang dilakukan
Google untuk selalu mengutamakan kepentingan para developer membuat mereka semakin berkembang seiring dengan kemajuan Google.
*Yansen Kamto adalah CEO Kibar, sebuah perusahaan konsultan digital yang mengkhususkan diri di industri teknologi dan kreatif.
Penulis menghadiri konferensi developer Google I/O di San Francisco, Amerika Serikat, dari 15 hingga 17 Mei 2013. Tulisan ini merupakan artikel berseri yang membahas liputan dan pengalaman langsung selama berlangsungnya Google I/O.
*Yansen Kamto adalah CEO Kibar, sebuah perusahaan konsultan digital yang mengkhususkan diri di industri teknologi dan kreatif.
Penulis menghadiri konferensi developer Google I/O di San Francisco, Amerika Serikat, dari 15 hingga 17 Mei 2013. Tulisan ini merupakan artikel berseri yang membahas liputan dan pengalaman langsung selama berlangsungnya Google I/O.
Sumber : tekno.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar